Target Millenium

Pilih Tetap atau Pergi

Posted in Hariku by targetmillenia on Juli 2, 2008

Kondisi yang perlu dipertimbangkan ketika kita udah menjalani waktu kerja cukup lama dalam suatu perusahaan. Rentang waktu yang lama (diatas 5 tahun) tapi indikasi berkembang ke arah yang lebih baik dari hari ini punya nilai minus, udah sewajarnya membuka pertimbangan terhadap kemungkinan-kemungkinan lain. Alias bersiap-siap mencari kerjaan baru.

Kondisi menjadi berbeda total ketika kita udah “terjebak” dalam suatu kondisi yang berakibat pada keenganan untuk meniti karir kembali dari nol di tempat lain. Mungkin kata “terjebak” buat anda punya nilai negatif ketimbang positif. Secara pribadi saya setuju. Tapi untuk sebagian orang kondisi seperti ini tidak bisa dipersalahkan 100%.

Ada suatu kondisi dimana masa kerja yang punya rentang waktu diatas 5 tahun, tapi ga ada tanda-tanda bakalan diangkat jadi pegawai tetap. Contoh paling simple aja, sekarang ini para guru bantu khususnya di DKI Jakarta lagi ribut menuntut kejelasan nasib agar bisa disamakan/diangkat sebagaimana “teman-teman” mereka yang udah terlebih dahulu masuk formasi pengangkatan CPNS.

Nasib para CPNS yang udah masuk formasi itu sendiri sebenernya juga ga bagus-bagus amat. Masa kerja yang lama ga ngejamin mereka di angkat secara otomatis. Karena ada kebijakan baru di era pemerintahan SBY ini, sebagian dari mereka bisa bernafas lega dan pada akhirnya bisa tersenyum karena SK Pengangkatan sebagai PNS diterima.

Point utama dari tulisan ini bukan menilai kinerja pemerintahan SBY, tapi pada kepantasan / kepatutan yang harus diterima seorang pegawai dengan masa kerja yang lama yang kemudian berdampak pada psikologis mereka. Dampak itu adalah merasa “terjebak” dalam masa pengabdian yang sebenernya secara logika ga perlu dialamin/diterima.

Untuk pegawai/pekerja yang masih punya waktu (usia produktif) relatif masih lama. Kondisi ini masih bisa di akal-akalin bila memang pekerja tersebut masih merasa “betah” untuk mengabdi pada perusahaan/institusi yang dimaksud. Salah satunya dengan mengambil atau mencoba mencari side job selain main job-nya. Entah itu dikerjakan pada saat bersamaan atau setelah tugas utamanya. Tergantung pada kemampuan si pekerja untuk memainkan “emosi” atasannya.

Outsourcing menjadi ancaman bagi para pekerja swasta, karena sistem kontrak dengan masa waktu tertentu dijadikan alasan bagi perusahaan untuk tidak menanggung semua kewajiban yang harus dibayarkan kepada pekerjanya. Dan dengan mudahnya perusahaan memutus kontrak ketika merasa fee yang harus dikeluarkan menjadi semakin “besar” padahal itu umumnya sudah menjadi hak dari pekerja. Tentunya dengan alasan-alasan yang “rasional”.

Keberpihakan pada pekerja faktanya masih sangat minim. Pengangkatan CPNS dalam era SBY tidak lebih dari suatu “keterpaksaan” karena sumber daya yang makin lama makin menipis seiring dengan masuknya masa pensiun ketimbang suatu program berkelanjutan dari pemerintah.

Regulasi keluaran Eksekutif dan Legislatif juga masih berpihak pada pemilik modal ditandai dengan masih maraknya demo-demo karyawan menuntut hak mereka agar dibayar perusahaan. Apakah perusahaan-perusahaan itu peduli ?

Anda sendiri yang menilai.

Hari Bumi

Posted in Hariku by targetmillenia on April 22, 2008

PBB sebagai badan dunia telah menetapkan  hari ini sebagai HARI BUMI.

Satu hari dimana seluruh umat manusia yang ngendon di bumi, diharapkan dapat lebih bersahabat dengan bumi dan se-isinya.

Banyak perihal yang perlu diperhatiin dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulaiin dari mengurangi penggunaan material yang ga bisa didaur ulang sampai mencoba untuk mengelola dan mengolah penggunaan sampah. Sampah ini merupakan produk buangan yang ga ada habisnya. Dan rata-rata orang ogah/emoh berhubungan dengan sampah. Walhasil, penumpukan jumlah sampah semakin menjadi-jadi.

Dilingkungan rumah saya sendiri, pemandangan ga sedap seperti itu nyaris ga pernah absen. Bau yang ga enak, jumlah yang makin bertambah banyak, penanganan yang kurang bijak menjadi rantai daur hidup sebagaian warga kota.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa penanganan masalah sampah ini bisa diatasi. Paling ga bisa di minimalisir. Dengan penggunaan kemasan yang bisa didaur ulang juga pemilahan sampah yang bisa di daur ulang dengan sampai yang tidak bisa didaur ulang atau sampah basah dengan sampah kering. Pastinya akan memberikan efek yang cukup besar ketika itu dilakukan setiap rumah tangga. Jumlah sampah yang dibuang dan bisa diolah kembali akan dengan sendirinya tercipta dan terjaga. Klo kita mo sadar dan peduli dengan sampah aja, sebenernya kita udah melakukan tindakan yang sangat bersahabat dengan bumi.

Apakah anda termasuk yang peduli dengan sampah ?

Ditandai sebagai:, , ,