Target Millenium

Kesombongan Diri

Posted in Hariku by targetmillenia on September 3, 2008

Dalam suatu perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta, saya terlibat pembicaraan dengan sopir taksi yang saya tumpangi. Biasalah, obrolan ngalor-ngidul….

Sang sopir bercerita tentang pengalamannya mengemudi mulaiin dari sopir tembak angkot, nyopirin mobil abangnya, sampe nyopirin seorang jendral polisi pun pernah. Terakhir dia punya gawe ya… nyopir taksi itu.

Dalam obrolan ngalor-ngidul itu, sang sopir bercerita ketika dia punya kesempatan nyupirin jendral polisi dulu. Curhat-curhatan sang jendral ke supir ini salah satunya adalah ketika sang jendral menerima telpon yang berisi caci maki dari orang yang punya pangkat diatasnya. Kata2 yang dipake itu kaya’ : Anjing, Bangsat, Kutu Busuk, dan kata-kata kasar lain yang biasa kita denger diucapin oleh orang-orang di pasar yang kurang berpendidikan.

Kekesalan yang memuncak menjadi semacam legitimasi bagi orang yang merasa punya “power” untuk melakukan apapun semaunya.

Kondisi serupa saya alamin juga.

Di tempat kerja, ada seorang teman. Klo Melihat senioritas, saya lebih senior daripada dia dalam segi apapun. Tapi dalam jenjang karir/posisi saya akui memang dia lebih beruntung daripada saya. Perilakunya nyaris ga beda dengan contoh yang saya tulis diatas. Perilaku yang merasa powerfull ato mungkin sebuah tingkah laku yang tergerus egoisme pribadi bahwa dia lebih hebat daripada saya ?

Suatu kesalahan kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan menjadikan amarahnya keluar seperti gunung meletus dengan mengeluarkan lahar-lahar panasnya. LEBAY !

Sebuah kondisi yang saya percaya anda juga pernah ngalamin.

Potret dari masyarakat kita yang sakit. Sebuah norma sopan santun tidak lagi berlaku. Perlahan-lahan hilang dengan irama hidup masyarakat perkotaan yang sangat HEDONIS.

Percayalah semua ada batasannya. Tidak perlu merasa diri lebih daripada orang lain.

Tinggalkan Balasan