Ekstrem Kuliner
Acara TV yang tayang di Global TV.
Presenter yang cantik mempertontonkan keberaniannya memakan sejumlah makanan yang bagi kebanyakan orang ga lazim. Ada bajing, tikus, cacing, dan lain-lain setelah tentunya diolah sesuai kebiasaan di daerah tertentu.
Untuk sisi informasi dan hiburan itu hal yang biasa dan ga perlu diperdebatkan. Tapi bila ditarik ke wilayah syar’i tentu menjadi hal yang wajib diperdebatkan. Mayoritas warga Indonesia adalah muslim dan dalam aturan syar’i tidak semua mahluk hidup dan bahan makanan lain bisa di makan / di konsumsi.
Seperti mahluk yang hidup di dua alam dan mahluk yang punya taring dan kuku tajam. Masih banyak lagi persyaratan yang harus di perhatikan ketika kita mau mengkonsumsi mahluk hidup atau bahan makanan yang tersedia di alam. Dalam daur hidup/ rantai makanan posisi manusia menempati tempat paling tinggi alias bisa memakan apa yang ada di alam tanpa ada saingan yang bisa memakan manusia dengan alasan mempertahankan hidup / karena emang itu makanan pokoknya.
Adanya aturan yang dibuat dalam agama pasti dengan maksud agar keseimbangan alam terjaga dan manusia sebagai peng-konsumsi tngkat paling atas dapat terjaga kesehatannya pula. Karena tidak semua yang tersedia di alam ini bagus/baik untuk dikonsumsi.
Kembali ke permasalahan awal bahwa di dalam paket acara Ekstrem Kuliner itu segi positifnya kita jadi bisa tau makanan apa aja yang ada di sekitar kita dan dapat kita konsumsi. Tapi pada saat yang bersamaan perlu juga diberikan edukasi bahwa untuk makanan-makanan tertentu yang tidak memenuhi persyaratan syar’iyah dengan sendirinya tidak boleh di konsumsi oleh kaum muslim.
Sebuah masukan bagi pemrakarsa ide dan pembuat paket acara TV agar dapat memberikan bukan saja informasi demi rating pemirsa yang tinggi tapi juga bisa memberikan edukasi yang bermanfaat terutama bagi mayoritas muslim. Mayoritas yang terabaikan.
leave a comment