Keahlian dan Ketidakahlian
Dua kata yang bertolak belakang. Dan tentunya mempunyai arti kata yang berbeda.
Yang satu merupakan akibat pembiasaan. Dan yang satunya lagi merupakan akibat dari kebiasaan.
Pembiasaan untuk mengolah kata bisa menjadikan seseorang ahli dalam merangkai kata dan menjadi seorang penulis handal. Dan masih banyak pembiasaan yang bisa dipilih dengan masing-masing nilai. Bisa positif dan bisa pula negatif. Nilai akhir dari pembiasaan itu berbuah keahlian.
Kebiasaan menunda-nunda belajar atau menambah ilmu baru berimplikasi pada ketidaktahuan terhadap perkembangan ilmu itu sendiri. Dalam era teknologi ini, perkembangan suatu bidang ilmu sedemikian pesatnya. Kalo ga rajin-rajin up-dating informasi bidang ilmu yang ditekuni, dijamin bakalan ketinggalan. “Orang-orang udah bolak-balik ke bulan pake roket, eeh…masih ngomongin transportasi massal pake kereta api ”. Kacau !.
Dalam era globalisasi, persaingan akan semakin ketat dan tidak pandang bulu. Mau itu perempuan apalagi laki-laki kalo ga punya keahlian siap-siap aja tergusur alias jadi pengangguran. Sekat itu udah ga berlaku !.
Jaman kuda nangkring di lokomotif mungkin masih ada istilah-istilah kaya begituan. Sekarang ini, pekerjaan lebih mengutamakan skill/keahlian ketimbang otot/kekuatan fisik. Kompensasi dari itu semua tentunya adalah jumlah nominal yang diterima menjadi berkali-kali lipat.
Pilihan ada ditangan Anda.