Copy
Informasi yang kita dapat di suatu sumber kadangkala perlu dijadiin referensi sementara kemampuan untuk mencatat apalagi mengingat sekian lembar informasi sangat terbatas. Dikenalkanlah mesin fotocopy, entah oleh siapa. Gw ga mo nelurusin.
Peranan copy meng-copy bukan cuma terjadi di duni pertukeran informasi. Merambah hampir ke semua aktivitas kita sehari-hari. Contoh sederhananya dalam sebuah keluarga, anak akan selalu mencontoh apapun yang dilakukan oleh orang tuanya. Mulaiin dari cara berbicara sampai cara makan dan cara-cara lainnya. Makanya, ga heran kalo ada anak yang baru mulai bisa bicara terus dia bicara yang ga sopan. Pasti, orangtunya marah. Karena emang ga di ajarin cara ngomong seperti itu. Mana ada orang tua yang ngajarin anaknya ngomong ga baik. Aneh aja ….
Semua itu di dapat dari serapan / meng-copy kejadian yang ada disekitarnya.
Aktivitas ini juga jangan diartikan dalam kerangka negatif. Copy hal yang perlu dan harus dilakukan selama itu untuk perkembangan ke arah yang lebih baik.
Jangan pernah ragu untuk meng-copy !
Bos
Panggilan yang udah akrab ditelinga kita. Ada yang alergi di panggil “BOS”, karena status sosialnya belum mencapai taraf itu. Ada juga yang malah seneng di panggil “BOS” karena merasa emang udah pantes di panggil “BOS” meskipun dalam taraf pencapaiannya standar-standar aja.
Anak-anak muda juga sering memakai panggilan ini buat temen-temenya, sekedar jokes agar lebih nyantai dan lebih akrab.
Gak ada yang salah dengan panggilan “BOS”, dan kita juga ga perlu alergi di panggil “BOS”. Itu Cuma penggalan kata untuk menghormati orang yang dipanggil bukan dimaksudkan untuk melecehkan / mengejek yang dipanggil. Paling enggak itu yang gw rasain dan gw pikir. Kebiasaan itu juga yang gw pake untuk manggil temen-temen gw.
Arti kata itu jangan selalu ditanggapi sebenernya kata. boba kita ambil simple-nya aja.
Just for Fun and Just to be Friendly !