Target Millenium

Insyaf

Posted in Hariku by targetmillenia on April 1, 2008

Ngelihat anak muda mabok kalo tiap minggu malam itu dah biasa. Saking biasanya, sekarang “tokoh” kampung dah ga mo peduli lagi sama yang begituan. Pemandangan yang “biasa” buat lingkungan dikota sebesar Jakarta.

Berkaitan dengan kondisi anak-anak muda di Jakarta, saya mo sharing pengalaman waktu nonton kisah Jhonny Indo yang ditayangin Metro TV dalam acara Kick Andy, tentang preman insyaf. Jhonny Indo adalah mantan preman yang insyaf dan sekarang lebih banyak berkecimpung di dunia dakwah.

 

Dalam ceritanya dia kabur dari Lapas Nusakambangan, bersama sekian banyak konco-konconya Jhonny berusaha kabur dari kejaran aparat. Kesalahan fatal dilakukan konconya dengan membuat api unggun dimalam pelarian. Nyala api unggun menjadi petunjuk mematikan buat para aparat yang mengejar rombongan buron tersebut.

Singkat cerita, cuma Jhonny yang selamat dan akhirnya menyerahkan diri kepada aparat karena dah ga celah buat dia untuk kabur setelah pengepungan berakhir di tepi pantai.

Sekelumit cerita itu bisa disarikan bahwa perjalanan seseorang akan berakhir pada satu titik. Dan kita yang bisa menentukan apakah perjalanan itu akan berakhir dengan cara yang indah atau brutal.

Keputusan untuk menekuni dunia dakwah, bagi Jhonny Indo bisa pula jadi pelajaran buat kita. Bahwa indahnya hidup sekarang dan yang akan datang (akherat) bisa kita rintis dengan sebuah usaha dan konsistensi dalam bertindak.

Benar

Posted in Hariku by targetmillenia on April 1, 2008

Mencari nilai kebenaran kadang kala gampang, kadang kala susah. Pertemuan antara konflik dan pencarian solusi membuat kondisi gampang-gampang susah itu tadi.

Kita pasti pernah dihadapin pada situasi dimana pemecahan masalah jadi semakin sulit karena berkaitan dengan beberapa kondisi yang ga bisa kita abaikan begitu aja. Dan juga pernah ngalamin satu waktu dimana kita bisa ngambil keputusan itu segampang kita ngedipin mata. Alias GAMPIL !.

Tingkat kesulitan itu bersifat relatif bagi masing-masing individu.

Kalo kapasitas kita terbiasa dengan pengambilan keputusan-keputusan strategis, pengambilan keputusan kita ga berbanding lurus dengan tipe orang yang ga bisa dengan mengambil keputusan terstruktur. Pertimbangan minimalisasi resiko, kesempatan untuk memperbaiki dan keuntungan-keuntungan yang bisa diraih dari setiap pengambilan keputusan tentunya perlu di asah atau timbul dari insting pengambil keputusan yang luar biasa. Sekali lagi, ga semua orang bisa punya itu !.

Jadi semua berakhir pada sebuah kesimpulan bahwa bakat dalam hal pengambilan keputusan itu merupakan salah satu berkah Yang Maha Kuasa. Dan kita patut mensyukurinya.

Berbahagialan Anda yang diberi bakat sedemikian…